Ketika Gagasan Diuji: Mahasantri CQC Asah Nalar Kritis dalam BMM Edisi ke-43

Pada hari Senin, 14 September 2026, suasana di Aula Cinta Quran Center kembali dipenuhi antusiasme keilmuan. Seluruh mahasantri dan mahasantriwati Cinta Quran Center berkumpul untuk mengikuti kegiatan Bahtsul Masail al-Muatsiroh (BMM) edisi ke-43. Agenda ilmiah kali ini diuji langsung oleh dewan penguji, yakni Mudir Ma’had Ustaz Dr. Irfan Abu Naveed, M.Pd.I., dan Ustazah Rizki Utami Handayani, A.Md., S.ST., M.Pd.

Rangkaian presentasi diawali sesi pertama dari tim ikhwan, kemudian dilanjutkan sesi kedua oleh tim akhwat. Pada kesempatan tersebut, tim akhwat dianggotai oleh Salma Fikriyatun Azkiya, Khotimah Permata Nahda, Ghaitsa Shafa Naida, dan Habiibah Nurul Arofatin. Tim akhwat memaparkan kajian kritis berjudul “Kritik Pemikiran Mubadalah Kepemimpinan Rumah Tangga”.

Dalam pemaparannya, tim akhwat fokus pada analisis mendalam serta kritik terhadap perspektif qira’ah mubadalah (kesalingan gender) dalam memandang kepemimpinan wanita di dalam keluarga. Tim akhwat menyoroti kekeliruan gagasan kesetaraan mutlak yang mencoba mengubah tatanan kepemimpinan suami dalam rumah tangga. Pembahasan tersebut menegaskan bahwa Islam sudah mengatur peran kepemimpinan dan pembagian tugas dalam keluarga secara jelas dan penuh hikmah sesuai dengan kodrat penciptaan serta fitrah masing-masing manusia. Oleh karena itu, kerangka berpikir mubadalah tidak seharusnya dijadikan patokan konsep Islami, sebab dalam Islam tidak ada konsep kesetaraan gender, melainkan keadilan gender.

Setelah sesi pemaparan selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama dewan penguji, jajaran asatiz, serta mahasantri dan mahasantriwati. Para penguji mengajukan beberapa pertanyaan mendalam untuk menguji sejauh mana penguasaan materi dan bahan rujukan para pemateri. Berbagai pertanyaan serta masukan tersebut mampu dijawab dengan baik oleh para pemateri. Sesi ini berjalan cukup hangat dan menjadi ajang pembuktian kesiapan para pemateri mempertahankan argumen mereka.

Bukan hanya membahas teori, pemateri juga memberikan beberapa tips praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam bermedia sosial. Salah satu di antaranya adalah bersikap kritis terhadap isu-isu gender yang berseberangan dengan ajaran syariat, lebih selektif dalam menyaring informasi keagamaan yang didapatkan, serta memperkuat fikih keluarga agar tidak mudah tergoyahkan oleh opini publik.

Pelaksanaan BMM edisi ke-43 ini secara umum terlaksana dengan tertib dan hangat, serta kaya akan khazanah pemikiran. Kesiapan para pemateri dalam mempresentasikan isi kajian serta menjawab sanggahan dewan penguji membuat seluruh rangkaian acara berjalan sukses hingga akhir. Melalui BMM, para mahasantri dan mahasantriwati diperkaya dengan isu-isu kontemporer, sekaligus menjadi wadah untuk mengasah nalar kritis, menyusun argumentasi yang sistematis, dan mempertanggungjawabkan pemikiran secara ilmiah. Harapannya, majelis ilmu ini dapat menjadi bekal berharga bagi para mahasantri dan mahasantriwati kelak ketika membangun dan membentengi keluarga, serta mencetak generasi masa depan yang tangguh dan senantiasa memperjuangkan agama Allah. Aamin.[]Khaulah Muyassir

 

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Update lain

Logo Cinta Quran Center

CintaQuran Center merupakan Pesantren Tahfizh Al-Quran yang terintegrasi dengan Program pendidikan kaderisasi untuk melahirkan Da’i yang siap menggemakan kecintaan Umat terhadap Al-Quran.

© Copyright CintaQuran®Center All Rights Reserved.