Ramadhan Momentum Memenangkan Islam – Khuthbah Cinta Quran Center

Ramadhan Momentum Memenangkan Islam

Khuthbah Cinta Quran Center “Kampusnya Para Da’i, dari Sini untuk Dunia”
Vol. 3/ No. 9 | Topik: Hadits Ramadhan

Download naskah khuthbah PDF>>> 9-Khuthbah CQC Vol. 3 No. 9 – Ramadhan Momentum Memenangkan Islam


الخطبة الأولى

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ، أوصيني وإياكم بتقو الله، وقد قال الله تعالى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا {النساء: ١}

Hadirin jama’ah Jum’at -rahimakumullâh-

Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, berakidah Islam dan beramal dengan syari’at Islam, sebagaimana firman-Nya:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ ١٠٢

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Âli Imrân [3]: 102)

Hadirin jama’ah Jum’at -rahimakumullâh-

Ramadhan bulan perjuangan, bulan diturunkannya al-Qur’an (QS. Al-Baqarah [2]: 185), sudah selayaknya menjadi motivasi kuat bagi orang-orang yang beriman memperjuangkan tegaknya hukum-hukum Islam dalam kehidupan, sangat relevan dengan kedudukan Ramadhan sebagai syahr al-Qur’ân, bulan penuh kebaikan dimana kebaikannya diraih dengan pelaksanaan ajaran Islam di dalamnya, sebagaimana firman-Nya:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ {١٨٥}

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).” (QS. Al-Baqarah [2]: 185)

Dalam ayat yang agung ini, Allah menggambarkan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya al-Qur’an (syahr al-Qur’ân), diikuti dengan gambaran fungsi al-Qur’an, diuraikan Syaikhul Ushul ‘Atha bin Khalil Abu al-Rasytah dalam Al-Taysîr fî Ushûl al-Tafsîr (hlm. 226) yakni: Pertama, Hud[an] li al-nâs, menunjuki mereka kepada jalan kebenaran dan kepada jalan yang lurus (Islam); Kedua, Bayyinât min al-hudâ, yakni mengandung dalil-dalil tegas (dalâ’il qâthi’ah) kemukjizatan bahwa ia merupakan petunjuk yang Allah turunkan; Ketiga, Al-Furqân yakni yang memisahkan antara perkara haqq dan bâthil, dan antara perkara kebaikan dan keburukan, serta antara amal-amal shalih dan amal-amal buruk. Ialah Ramadhan, sebagaimana senandung Dîwân Ahmad Sahnûn:

وَهوَ بَابٌ لِشَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرِ الخَيْرِ شَهْرِ الصِّيَامِ شَهْرِ القيَامِ

شَهْرِ وَحْيِ القُرْآنِ شَهْرِ حَيَاةِ القَلْبِ شَهْرِ الإِحْسَانِ والإِنْعَامِ

“Dan ia (Sya’ban) adalah pintu bulan Ramadhan yang merupakan bulan * kebaikan, bulan shaum dan bulan shalat malam.”

“Bulan turunnya wahyu al-Qur’an, bulan kehidupan * kalbu, bulan kebaikan dan berbagi.”

Ia bukan lah momentum bermalas-malasan, melainkan momentum meninggikan syi’ar Islam, bagaimana tidak? Rasulullah Saw mencontohkan menghidupkan Ramadhan dengan perjuangan agung memenangkan Islam dan menjunjung tinggi syi’arnya, di antaranya dua momentum agung Badr al-Kubrâ’ dan penaklukkan Kota Makkah:

Pertama, Momentum Badr al-Kubrâ’ adalah momentum yang menguji kekuatan kaum Muslim pasca tegaknya kepemimpinan Islam di Yastrib (al-Madînah al-Munawwarah). Dimana peristiwa ini terekam apik dalam catatan sejarah terjadi pada 17 Ramadhan Tahun Kedua Hijriyyah, bahkan al-Qur’an menyebutnya dengan sebagai yawm al-furqân (lihat: QS. Al-Anfâl [8]: 41);

Kedua, Fath Makkah (penaklukkan Kota Makkah) terjadi pada tanggal 20 Ramadhan, momentum Fath Makkah merupakan momen agung meluasnya kekuasaan Islam, hingga membebaskan tanah suci dan Ka’bah al-Musyarrafah dari syi’ar-syi’ar kesyirikan, dikembalikan kepada fungsi sebagaimana ia didirikan pertama kali untuk meninggikan kalimat Allah hingga setinggi-tingginya, mentauhidkan Allah di dalamnya, memenangkan Islam demi menebar kebaikan bagi kehidupan seluruh semesta alam.

Seluruh cerita tersebut berkisah dan menggariskan benang merah, bulan Ramadhan takkan bisa dipisahkan dari sejarah tegaknya sistem kepemimpinan Islam (al-khilâfah), dimana Badr al-Kubrâ dan Fath Makkah khususnya adalah dua momentum agung pasca tegaknya Daulah Islamiyyah di Yastrib (al-Madînah al-Munawwarah) yang ditegakkan oleh Rasulullah Saw dengan dukungan kaum Muhajirin dan Anshar.

Sejarah pun mencatat, Ramadhan al-Mubârak menjadi momentum Khalifah al-Mu’tashim Billah pada era kekhilafahan ’Abbasiyyah menyelamatkan seorang muslimah dari kejahatan pasukan Romawi di ’Ammuriyyah (salah satu kota penting Romawi), pada hari ke-6 di Bulan Ramadhan Tahun 223 H, dengan mengirimkan pasukan mujahid yang akhirnya berhasil menyelamatkan muslimah tersebut sekaligus menaklukkan ’Ammuriyyah pada tanggal 17 Ramadhan 223 H, di Bulan Ramadhan, terealisasi junnah dari apa yang disifati Rasulullah ﷺ dalam sabdanya:

«إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ»

“Sesungguhnya al-imam itu perisai, dimana (orang-orang) akan berperang mendukungnya dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Muttafaqun ’Alayhi)

Ialah Ramadhan, bulan agung yang diagungkan sejarah tokoh-tokoh besar memenangkan Islam, menyebarkan rahmat bagi semesta kehidupan, lantas, bagaimana dengan kehidupan umat hari ini? Ramadhan berlalu, namun kaum Muslim Palestina dan di berbagai belahan dunia lainnya menderita tanpa ada junnah, perisai pelindungnya.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

الخطبة الثانية

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين وبعد

يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Hadirin jama’ah Jum’at -rahimakumullâh-

Bulan Ramadhan yang menjadi bulan diturunkannya al-Qur’an (QS. Al-Baqarah [2]: 185) dan mengandung hikmah merealisasikan ketakwaan (QS. Al-Baqarah [2]: 183) tentu harus menjadi momentum penegakkan seluruh ajaran Islam dalam kehidupan, jika ibadah shaum dengan kalimat kutiba ‘alaykum al-shiyâm dalam QS. Al-Baqarah [2]: 183 diyakini dan diamalkan kefardhuannya, maka pada saat yang sama, dalam surat yang sama Allah pun telah berfirman dengan redaksi senada:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى ١٧٩

“Hai orang-orang yang beriman difardhukan atas kalian qishâsh berkenaan dengan pembunuhan.” (QS. Al-Baqarah [2]: 179)

Pertanyaan asasinya, kenapa ibadah shaum dilaksanakan, namun qishash pada saat yang sama diabaikan? Padahal qishash termasuk kefardhuan qath’i sebagaimana kefardhuan ibadah shaum. Hal itu karena penegakkannya membutuhkan sistem kepemimpinan Islam, yang berlandaskan pada akidah Islam dan ditegakkan untuk menegakkan syari’at Islam secara totalitas dalam kehidupan, merealisasikan kemaslahatan, al-Imam Abu Hamid al-Ghazali dalam Ihyâ ‘Ulûm ad-Dîn (II/108):

أَحْكَامُ الخِلافةِ والقَضَاءِ والسِّيَاسَاتِ بَلْ أَكْثَرُ أَحْكَامِ الفِقْهِ مَقْصُوْدُهَا حِفْظُ مَصَالِحِ الدنْيَا لِيُتِمَّ بِهَا مَصَالِحَ الدِّيْنِ

“Hukum-hukum mengenai Khilafah, peradilan  dan politik bahkan kebanyakan hukum-hukum fiqih itu tujuannya menjaga berbagai kemaslahatan dunia untuk menyempurnakan dengannya berbagai kemaslahatan agama.”

Kepada Allah kita berdoa dianugerahi pertolongan menegakkan Din-Nya:

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءَ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، اللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ، وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ، وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَاْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ، وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ، رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ


Dukung Lahirnya 1 Juta Dai Quran!

Jadilah bagian dari perjuangan dakwah ini dengan menjadi Orang Tua Asuh dalam program Beasiswa Dai Quran (BDQ).

📍 Kunjungi: cintaquran.center/orang-tua-asuh

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Update lain

Logo Cinta Quran Center

CintaQuran Center merupakan Pesantren Tahfizh Al-Quran yang terintegrasi dengan Program pendidikan kaderisasi untuk melahirkan Da’i yang siap menggemakan kecintaan Umat terhadap Al-Quran.

© Copyright CintaQuran®Center All Rights Reserved.