DEPOK, 10 Oktober 2026. Dalam rangka menambah wawasan dan memperluas literasi anggota, Club Authorship Cinta Quran Center mengadakan kunjungan ke Gramedia Margonda, Depok, pada Sabtu (10/10). Kegiatan yang diselenggarakan setiap tiga bulan sekali ini menjadi ruang belajar bagi para mahasantriwati untuk menambah pengetahuan dan memperoleh pengalaman baru.

Perjalanan menuju lokasi ditempuh selama hampir dua jam. Sepanjang perjalanan, para mahasantriwati melewati beberapa stasiun dan menikmati kebersamaan hingga tiba di Gramedia Margonda. Setibanya di sana, mereka menjelajahi beragam koleksi buku dan membeli beberapa buku untuk menambah referensi bacaan.

Selain menjelajahi koleksi buku, para mahasantriwati juga berkesempatan mewawancarai Ibu Metha Madona, dosen Universitas Bhayangkara, mengenai pandangannya terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Wawancara ini menjadi kesempatan untuk menggali sudut pandang baru mengenai persoalan yang terjadi di masyarakat.
Agenda berikutnya adalah bedah buku Ambang Runtuh karya Ummu Balqis yang membahas suicidal thoughts atau pikiran untuk mengakhiri hidup dalam perspektif psikologi Islam. Diskusi yang berlangsung pukul 13.00–14.30 WIB ini mengajak peserta memahami keputusasaan tanpa menghakimi, sekaligus menyadari pentingnya kepedulian terhadap orang-orang yang sedang menghadapi masa sulit.
Salah satu pesan yang berkesan dari Ummu Balqis adalah, “Bertahan satu kali lagi.” Pesan ini mengingatkan bahwa perhatian sederhana, kehadiran, dan kesediaan untuk mendengarkan dapat menjadi dukungan berarti bagi seseorang yang sedang berjuang. Sebab, nyawa begitu berharga dan kepedulian terhadap sesama tidak seharusnya dianggap sepele.

Diskusi berlangsung dengan interaktif dan kondusif, yang dipandu oleh Sister Indah sebagai moderator. Antusiasme peserta juga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang ingin diajukan. Namun, karena keterbatasan waktu, hanya empat orang yang mendapat kesempatan bertanya, termasuk dua mahasantriwati Cinta Quran Center. Meski jawaban yang diperoleh belum sepenuhnya menjawab rasa penasaran, hal itu justru mendorong mahasantriwati untuk terus belajar dan memperdalam pemahaman.

Kunjungan ini menjadi pengalaman berharga bagi anggota Club Authorship. Tidak hanya menambah referensi bacaan, kegiatan ini juga membuka ruang untuk bertukar pikiran, menggali informasi, dan memahami persoalan kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas. Sebab, literasi bukan sekadar membaca dan menulis, melainkan juga tentang keberanian untuk bertanya, kemauan untuk terus belajar, dan kepedulian terhadap sesama.[]Siti Aisyah Khumairoh


