Menajamkan Nalar, Menguatkan Bekal Dakwah: Mahasantriwati CQC Bedah Buletin Kaffah

Cinta Qur’an Center, 27 September 2026  Telah dilaksanakan kegiatan bedah Buletin Kaffah Edisi 462 yang berjudul “Solusi Islam Mengatasi Kemiskinan”. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasantriwati Cinta Qur’an Center serta dihadiri oleh satu perwakilan ustadzah musyrifah. Berlokasi di Kelas A Kampus Cinta Qur’an Center, acara berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan pembagian peran yang terdiri dari seorang MC, tiga pemateri/narasumber, notulis, serta audiens. Acara dibuka dan dipandu oleh MC hingga selesai. Selanjutnya, tiga pemateri memaparkan fakta, analisis, dan solusi. Diskusi dan sesi tanya jawab memberikan ruang bagi para Mahasantriwati untuk menyampaikan pertanyaan maupun tanggapan terhadap materi yang dibahas. Di saat yang sama, notulis mencatat seluruh materi yang disampaikan, pertanyaan yang diajukan, serta tanggapan yang muncul selama kegiatan.

 

Materi yang disampaikan mencakup fakta mengenai pembagian desil oleh Presiden Indonesia untuk menentukan penerima bantuan pemerintah, yang pada kenyataannya belum mampu menjadi solusi bagi masyarakat. Adapun analisis yang dipaparkan menunjukkan bahwa hal tersebut disebabkan oleh sistem ekonomi kapitalis yang diterapkan saat ini, yang cenderung hanya menguntungkan para pemodal. Sementara itu, solusi yang ditawarkan adalah penerapan sistem ekonomi Islam dan kembalinya penerapan Islam secara menyeluruh.

Bagi para Mahasantriwati, pembahasan seperti ini menjadi kesempatan untuk melatih cara berpikir ketika berhadapan dengan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Mereka tidak hanya menerima sebuah informasi, tetapi juga diajak melihat persoalan melalui fakta, menganalisisnya, kemudian mendiskusikan solusi yang ditawarkan.

Di sinilah kegiatan Bedah Buletin Kaffah memiliki ruang penting dalam proses pendidikan. Seorang calon dai dan daiyah tidak hanya membutuhkan kemampuan menyampaikan pesan, tetapi juga perlu memiliki wawasan dan kemampuan untuk memahami persoalan yang dihadapi masyarakat. Sebab, dakwah tidak tumbuh dari ruang kosong. Ia membutuhkan ilmu, pemahaman terhadap keadaan, serta kemampuan menyampaikan gagasan dengan dasar yang dipelajari. 

Antusiasme para audiens terlihat selama kegiatan berlangsung. Diskusi dan sesi tanya jawab memberikan ruang bagi para Mahasantriwati untuk menyampaikan pertanyaan maupun tanggapan terhadap materi yang dibahas.

Proses seperti inilah yang menjadi bagian dari perjalanan para Mahasantriwati di Cinta Qur’an Center. Setiap kesempatan untuk membaca, memahami, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat menjadi bagian dari proses mempersiapkan mereka agar memiliki bekal ketika kelak terjun ke tengah masyarakat. 

Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi ajang peningkatan potensi mahasantriwati serta menumbuhkan sikap kritis terhadap isu-isu terkini. Alhamdulillah, antusiasme para audiens terlihat selama kegiatan berlangsung  Semoga kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi mahasantriwati untuk melatih diri menjadi daiyah yang siap secara mental, membawa wawasan Islam, memberi manfaat bagi seluruh umat, serta berkontribusi besar bagi keberlangsungan kehidupan Islami yang rahmatan lil ‘alamin. Aamiin ya rabbal ‘alamin.[]Aisyah Alya Syifa

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Update lain

Logo Cinta Quran Center

CintaQuran Center merupakan Pesantren Tahfizh Al-Quran yang terintegrasi dengan Program pendidikan kaderisasi untuk melahirkan Da’i yang siap menggemakan kecintaan Umat terhadap Al-Quran.

© Copyright CintaQuran®Center All Rights Reserved.