Buah Kaderisasi Cinta Quran Center: Alumni Menghidupkan Kajian di Pesantren Darul Ma’arif
Cinta Quran Center terus menegaskan komitmennya dalam melahirkan kader dakwah yang tidak hanya memahami ilmu, tetapi juga mampu menghidupkannya di tengah umat. Salah satu wujud nyatanya terlihat dalam kajian kitab Bidayatul Hidayah yang diisi oleh Ahmad Yasir, alumni Cinta Quran Center, di lingkungan Ma’had Darul Ma’arif, Banjarmasin.
Kajian yang berlangsung pada malam hari ini menjadi bukti bahwa proses pendidikan dan pembinaan di CQC tidak berhenti di bangku ma’had. Alumni CQC hadir kembali ke masyarakat sebagai pengajar, pembimbing, dan penyambung mata rantai keilmuan para ulama.
Sejak awal kajian, suasana majelis dibangun dengan adab penuntut ilmu. Pembukaan dilakukan dengan basmalah, hamdalah, shalawat, dilanjutkan pembacaan Surah Al-Ikhlas dan doa untuk Rasulullah ﷺ. Adab-adab ini menjadi cerminan nilai yang selama ini ditanamkan dalam proses pendidikan di CQC.
Dalam penyampaiannya, Ahmad Yasir melanjutkan pembahasan bab pertama kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali. Kajian difokuskan pada persoalan niat menuntut ilmu dan bahaya penyakit hati yang dapat menggugurkan amal, seperti gibah, fakhr, kibr, ujub, hasad, sum’ah, dan riya.
Melalui gaya penyampaian yang sistematis, kajian ini menegaskan bahwa ilmu bukan alat untuk berlomba dalam prestasi atau mencari pengakuan, tetapi sarana membersihkan hati dan memperbaiki diri. Dunia diposisikan sebagai ladang akhirat, bukan tujuan utama dari proses belajar.
Menariknya, kajian tidak berhenti pada tataran teoritis. Berbagai contoh konkret diangkat, mulai dari praktik menyontek, keinginan untuk dipuji, hingga adab relasi murid dan guru. Diskusi berlangsung interaktif, mencerminkan kemampuan alumni CQC dalam menyampaikan ilmu secara aplikatif dan relevan dengan realitas umat.
Kajian ini juga disambungkan dengan pembahasan dalam Ihya Ulumuddin, yang selama ini menjadi rujukan penting dalam pendidikan tazkiyatun nafs. Di akhir sesi, peserta diingatkan bahwa istiqamah dalam takwa lebih utama daripada banyaknya karamah.
Kehadiran alumni Cinta Quran Center sebagai pengisi kajian seperti ini menjadi cerminan keberlanjutan misi dakwah CQC. Pendidikan di CQC tidak berhenti pada transfer ilmu, tetapi melahirkan kader yang siap mengabdi, menyebarkan ilmu, dan menjaga warisan keilmuan para ulama di tengah masyarakat.
Semoga kajian ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, khususnya bagi keluarga besar Cinta Quran Center dan Amazing Group, serta menjadi saksi bahwa setiap proses pendidikan yang dijalani dengan ikhlas akan melahirkan keberkahan dan keberlanjutan dakwah. Aamiin.
Dukung Lahirnya 1 Juta Dai Quran!
Jadilah bagian dari perjuangan dakwah ini dengan menjadi Orang Tua Asuh dalam program Beasiswa Dai Quran (BDQ).
📍 Kunjungi: cintaquran.center/orang-tua-asuh


